Kej 1:28; Mat 28:18-20; Kis 1:8

Kita memperhatikan secara khusus dan melihat paralel antara bagian Kej 1:28 dengan kalimat Amanat Agung yang tertulis dalam Mat 28:18-20. Kitab yang pertama dalam PL yaitu Kejadian dan kitab yang pertama dalam PB yaitu Matius sama-sama mencatat mengenai peristiwa yang mirip sekali yaitu Tuhan memberi kuasa kepada manusia untuk menguasai bumi sedangkan dalam bagian Matius menyatakan bahwa Kristus memiliki kuasa baik di bumi dan di sorga.

Tuhan memberi kuasa kepada manusia untuk menguasai bumi dan untuk memenuhi bumi. Penuhi bumi menyatakan konsep yang tidak boleh sempit, tidak hanya di Taman Eden, hanya di satu pulau, tetapi sampai ke ujung bumi. Dari awal mula Tuhan sudah menyatakan bahwa bumi adalah fokus perhatian Tuhan, lebih khususnya lagi umat yang diciptakan dan dipilih oleh Tuhan. Tuhan memberikan perintah kepada Adam dan Hawa untuk memenuhi bumi maka seumur hidup mereka tetap menjalankan tugas ini. Memiliki keturunan/anak merupakan suatu kebanggaan bagi seluruh orang Yahudi. Bila mereka sudah menikah dan tidak memiliki anak, mereka menjadi malu. Dan mereka lebih bangga bila memiliki anak laki-laki dan bukan anak perempuan. Mengapa demikian ? Karena orang Yahudi menghina kaum perempuan. Padahal mereka tidak sadar bahwa setelah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa maka seluruh laki-laki yang lahir itu semuanya lahir dari rahim perempuan. Mereka tidak mengerti Kitab Suci.

Ketika Tuhan menciptakan semua ciptaan semuanya dikatakan baik. Hanya saat manusia diciptakan, Tuhan mengatakan tidak baik bila Adam seorang diri saja maka Tuhan memberikan penolong/pendamping yaitu Hawa. Maka laki-laki tidak boleh sombong karena laki-laki tidak bisa melahirkan keturunan tanpa adanya perempuan. Ketika manusia sudah jatuh dalam dosa, manusia melanggar perintah Allah ini. Bukannya menyebar untuk memenuhi bumi tetapi mendirikan suatu kota seperti kisah Kain yang mendirikan kota dan menamai kota tersebut dengan nama anaknya, Henokh. Dalam suatu kota terdapat kubu/benteng dan mempunyai sistem pemerintahan sendiri. Hal ini terjadi sampai didirikannya menara Babel. Ini merupakan suatu pelanggaran. Kemudian setiap orang Yahudi yang dewasa akan berpikir bagaimana supaya bisa mempunyai banyak anak laki-laki. Di dalam Kitab Suci banyak keluarga Israel yang mempunyai banyak anak karena mempunyai banyak anak merupakan kebanggaan bagi ayah dan ibunya.
Pada jaman sekarang ini bila ada seorang laki-laki yang sudah menikah lama tetapi belum punya anak/mandul, ketika bertemu banyak orang yang menanyakan perihal anak maka laki-laki tersebut menjadi malu sekali.
Bila sudah menikah 1-2 tahun tetapi belum mempunyai anak maka mereka akan bertanya kesana-kesini dan rela pergi kemanapun juga dengan biaya berapapun mahalnya supaya bisa mempunyai anak. Sekarang, berapa banyak orang Kristen yang mandul rohani ? Berpuluh-puluh tahun mandul rohani tetapi berapa banyak orang Kristen yang konseling kepada Hamba Tuhan ? Mengapa ketika kita mandul secara fisik, kita berani keluar biaya untuk menyembuhkannya sedangkan ketika mandul secara rohani kita tidak bersikap yang sama ? Berarti itu menandakan ada yang tidak beres dalam kehidupan orang Kristen tersebut. Dalam beberapa minggu ini kita mendengarkan Firman Tuhan mengenai penginjilan/misi supaya Firman Tuhan ini menyembuhkan kemandulan rohani kita.

Pergi dan penuhi bumi, konsep harus melihat kepada bumi bukan  melihat kota kecil, pulau kecil, wilayah kecil, tetapi harus melihat secara global dan open system, ini yang disebut konsep Kerajaan Allah. Barangsiapa pikirannya masih terlalu sempit dan belum melihat secara kacamata Kerajaan Allah, orang itu tidak mungkin melakukan perkara besar. Dalam pikiran Tuhan Yesus itu yang dilihat adalah selalu Kerajaan Allah dan bukan kerajaan Israel. Tetapi murid-muridNya masih selalu berpikir tentang kerajaan Israel bukan Kerajaan Allah.

Selain perintah untuk pergi dan penuhi bumi, diperintahkan juga untuk berkuasa. Dalam hal ini Tuhan memberikan kuasa kepada manusia dan ini berarti manusia harus menjalankan dan mengaplikasikan kuasa yang sudah diberikan. Sebenarnya kuasa Tuhan sudah ada dalam diri orang Kristen sebab Allah Tritunggal yang menyertainya. Tetapi orang Kristen yang mempunyai kuasa, kuasanya ditahan/disimpan di dalam diri lalu hidup di dalam dunia ini seolah-olah tidak ada kuasa. Tuhan memberi perintah untuk manusia berkuasa atas segala ciptaan karena Tuhan sudah memberikan kuasa itu. Adam punya kuasa yang besar. Di dalam kitab suci Adam mempraktekkan kuasa itu dimana Adam memberikan nama kepada semua binatang dan nama yang diberikan oleh Adam kepada semua binatang menjadi nama yang tetap/permanen untuk selamanya.  Orang Kristen mempunyai kuasa yang besar tetapi seringkali kuasa itu tidak dipakai dan hidup orang Kristen menjadi ‘hambar’.  Lalu kita melihat hidup orang Israel yang sudah statis di Mesir lalu dibawa Tuhan keluar ke padang gurun. Mengapa Tuhan membawa mereka orang Israel berputar-putar di padang gurun ? Hal ini untuk menyatakan bahwa Tuhan bertindak dinamis. Orang Israel dilatih untuk melihat kepekaan dan terus bersandar pada pimpinan Tuhan dan tidak melihat pada jadwal-jadwal yang ada seperti waktu kerja orang Israel dalam perbudakan di Mesir.

Tuhan melatih orang Israel selama 40 tahun untuk dinamis dan untuk melatih orang supaya dinamis itu memerlukan waktu yang sangat panjang.
Bersyukur untuk adanya orang-orang yang betul-betul bisa dinamis dan betul-betul dapat menangkap pekerjaan dan pimpinan Tuhan yang luar biasa. Di padang gurun, Tuhan sedang mengajarkan pada orang Israel bahwa visi lebih dulu dijalankan setelah itu organisasi menyusul. Bagian yang menjelaskan hal tersebut ialah Tuhan yang telah berbicara kepada Abraham tentang hukum yang menyebutkan bahwa setiap keturunan laki-laki Israel harus disunatkan dan bila tidak dilakukan maka harus dimatikan. Hukum ini bersifat selama-lamanya. Lalu waktu Musa dipanggil Tuhan, Musa tidak menyunatkan anaknya dan Tuhan hendak membunuh Musa karena melanggar ketetapan sunat. Tetapi selama bangsa Israel berada di padang gurun, mereka tidak menjalankan sunat. Selama 40 tahun orang Israel tidak menjalankan sunat, bukankah sunat merupakan tanda organisasi/keagamaan yang harus dijalankan dan tidak boleh dilanggar ? Baru pada jaman Yosua, seluruh orang israel disunatkan kembali, dicatat dalam kitab Yosua bahwa orang-orang Israel yang disunatkan itu lahir di padang gurun dan mereka tidak disunat. Berati ada masa 40 tahun dimana organisasi tidak dijalankan oleh karena menangkap visi lebih dulu. Maka dari sini kita perlu melihat mana yang penting dan mana yang kurang penting. Setelah tiba di tanah perjanjian, lalu bangsa Israel mendapat tanah bagi masing-masing suku dan mereka mendapat hidup yang mapan. Kemudian bangsa Israel kembali berbuat dosa di tanah Kanaan. Lalu Tuhan menghajar mereka dengan mengijinkan bangsa-bangsa lain menawan orang Israel lalu setelah ditawan lama dibebaskan oleh hakim-hakim yang ditunjuk oleh Tuhan, begitu seterusnya terjadi berulang-ulang sampai pada pecahnya kerajaan Israel menjadi dua dan kedua kerajaan ini masuk dalam pembuangan. Sampai pada jaman PB dimana bangsa Yahudi sudah mapan dan adanya Bait Allah. Sampai Tuhan Yesus mengatakan pada orang Yahudi untuk merombak Bait Allah dan Ia akan membangunnya dalam tiga hari lalu melalui pembicaraan dengan perempuan Samaria, Tuhan Yesus mengatakan bahwa beribadah tidak lagi dilakukan di dalam gedung atau di gunung tetapi menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran. Ini berarti open system. Jangan terikat pada satu tempat/wilayah tertentu saja. Mari kita melihat seperti Tuhan melihat.

Lalu di dalam Amanat Agung, Tuhan Yesus menyatakan suatu kalimat yang sangat penting dalam Mat 28:18. Kalau kita bandingkan antara Kej 1:28 dengan Amanat Agung, kita dapat melihat ada paralel (kesinambungan). Dalam kitab Kejadian 1:28 disebutkan kuasa ada di dalam tangan Tuhan, kuasa Tuhan itu diberikan pada Adam sedangkan di dalam Amanat Agung, kuasa ada di dalam tangan Kristus, kuasa itu diberikan kepada para rasul yang akan diutus. Jadi setiap orang Kristen waktu pergi kita sedang memegang/memakai kuasa Kristus yang memiliki sorga dan bumi.

Kristus memiliki kuasa yang sangat besar sehingga kita tidak perlu takut pada siapapun.

Di dalam PL kata penuhi artinya pergilah dan di PB dikatakan pergilah. Kata pergilah dari kalimat Tuhan Yesus dalam PB itu bukan pergi dalam arti melahirkan anak tetapi maksudnya ialah pergi untuk menghasilkan anak-anak secara rohani. Di dalam PL Tuhan memberikan perintah yang bersifat progresif yaitu menghasilkan keturunan/anak secara jasmani dan penuhi bumi sampai pada PB, Tuhan menyatakan ada hal yang paling penting, bukan hanya melahirkan anak secara jasmani tetapi juga melahirkan anak-anak yang bersifat rohani. Di dalam PL dikatakan “…engkau harus berkuasa…” (Kej 1:28), disini dinyatakan 3 wilayah hidup binatang dan Tuhan berkata bahwa Adam harus berkuasa dalam 3 wilayah ini; di udara, air, dan darat. Bila kita perhatikan di seluruh Kitab Suci maka Iblis bekerja luar biasa dalam 3 wilayah ini. Di dalam surat Efesus dituliskan tentang roh-roh jahat yang ada di udara yang juga menyatakan bahwa seluruh dunia ciptaan Tuhan terdapat roh-roh jahat di dalamnya; pengertian orang Israel bahwa air selalu berkaitan dengan kuasa kegelapan seperti contohnya Putri Firaun yang mandi di sungai Nil karena berkaitan dengan ritual penyembahan dewa Nil; kemudian orang yang melihat laut yang besar, di dalamnya ada setan, di dalamnya ada Lewiatan (ular naga besar), dimana Tuhan menyuruh Musa membelah Laut Teberau dan berjalan menginjaknya dengan maksud mempermalukan konsep dewa-dewa pada waktu; dan di dalam Kej 6 dikatakan bahwa seluruh bumi penuh dengan kejahatan. Singkatnya, setan ada di tempat/wilayah yang dicipta oleh Tuhan. Manusia juga ada di dalam dunia yang dicipta Tuhan. Ketika manusia belum percaya pada Kristus, mereka takut pada setan tetapi orang yang percaya pada Kristus maka dia punya kuasa besar untuk menghancurkan kuasa setan sehingga mereka tidak akan takut pada setan.

Perkataan Kristus untuk pergi berarti setiap kita, orang percaya, membawa semua orang yang belum percaya untuk mengenal Kristus. Perkataan Kritus untuk menjadikan semua orang muridNya berarti kita harus menaklukkan pikiran semua orang yang non Kristen untuk dibawa kembali pada Kristus, seperti halnya Adam yang diberi kuasa untuk menaklukkan dunia ciptaan dan dibawa kembali pada Allah. Paulus mengatakan bahwa dia harus mematahkan semua belenggu/kubu yang dibangun oleh manusia dengan filsafat-filsafat yang kosong. Menaklukkan/menawan pikiran mereka dan dibawa kembali kepada Kristus. Inilah tugas kita sebagai orang percaya. Amin.

Pdt. Aiter, M.Div.

This entry was posted in Kejadian, Matius. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s